WN India yang Tiba di RI Diawasi Lebih Ketat


Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin akan mengawasi ketat pergerakan warga India yang sudah masuk ke Indonesia, menyusul perkembangan virus corona di negara tersebut. Sebanyak 135 warga negara India diketahui masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (21/4) malam.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemerintah sejak awal menerapkan aturan ketat terkait WNA maupun WNI yang datang dari luar negeri yakni harus menjalani karantina mandiri setibanya di Indonesia.

“Kalau ada WN asing yang datang ke Indonesia itu harus karantina, dan yang bersangkutan sudah dikarantina, terlebih ditemukan ada yang positif Covid, itu lebih ketat lagi pengawasannya,” tutur Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/4).


Saat ini, para WN India tersebut masih menjalani karantina di sejumlah hotel Jakarta. Namun demikian, dari informasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, setidaknya 12 dari 127 WN India yang masuk Indonesia kemarin positif Covid-19.

Riza mengaku khawatir warga India yang tiba di Indonesia itu membawa varian baru virus corona. Terlebih, India saat ini tengah menghadapi gelombang penularan virus corona baru yang dinilai lebih ganas dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah New Delhi menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di Ibu Kota India pada akhir pekan lalu akibat tingkat penularan corona yang terus memburuk. Saat ini, India memiliki total 15,3 juta lebih kasus corona dengan 180 ribu kematian.

“Kita khawatir, karena [penyebaran virus corona] India sedang tinggi-tingginya. Per harinya luar biasa. Juga kita menjaga jangan sampai ada varian baru di Indonesia,” jelas Riza.

Oleh sebab itu, Riza mengingatkan dan meminta warga Jakarta untuk tidak lengah dengan kondisi penyebaran virus corona yang sempat melandai. Menurut dia, saat ini justru warga harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.


Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona? (CNN Indonesia/Fajrian)

Politikus Partai Gerindra itu juga meminta warga tak euforia berlebihan menyambut vaksinasi Covid-19, sehingga melupakan protokol kesehatan.

“Jangan sampai nanti gara-gara kita ketahui sekalipun ada vaksin ada euforia kemudian terjadi pelonggaran. Akhirnya sekarang di banyak negara terdapat peningkatan yang signifikan, jumlah kematian yang sangat banyak, ini mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta dan Indonesia,” tutur Riza lagi.

Pemerintah melarang warga India, atau warga negara asing (WNA) yang sempat singgah di India untuk masuk negara Indonesia. Kebijakan ini berlaku mulai 25 April 2021.

Keputusan tersebut diambil sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 dan varian baru corona menyusul lonjakan kasus di India.

“Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah India dalam kurun 14 hari,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam jumpa pers virtual yang ditayangkan YouTube BNPB, Jumat (23/4).

(dmi/nma)

[Gambas:Video CNN]




Source link