TNI Sebar Lokasi Pencarian KRI Nanggala ke 9 Titik


Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jendral Achmad Riad mengatakan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 kini disebar di sembilan titik wilayah perairan Bali.

“Sesuai dengan data yang kami terima sampai sore hari ini ada sembilan titik,” kata Riad saat menggelar konferensi pers di Bali, Jumat (23/4).

Sembilan titik pencarian itu termasuk lokasi tumpahan minyak dan tarikan magnet kuat yang sebelumnya sempat terdeteksi oleh salah satu KRI dan helikopter yang melakukan pemantauan di lokasi.

Sembilan titik itu tersebar di jarak 23 mile dari Utara Bali atau sekitar 43 kilometer dari Celukan Bawang.

“Jadi ada sembilan titik tersebar, jaraknya 23 nautical mile dan tersebar kurang lebih mungkin sekitar nautical mile luasannya,” kata dia.

Pembagian lokasi pencarian dilakukan agar tidak terjadi bentrokan dan miskomunikasi antara armada dan personel yang membantu melakukan pencarian di lokasi.

“Itulah sedemikian banyak, sehingga sekarang sudah ada pembagian (titik pencarian),” kata dia.

Seluruh upaya telah dikerahkan untuk mencari kapal yang juga diawaki 53 orang personel TNI itu. Pencarian pun dipusatkan di wilayah 43 kilometer dari kawasan Celukan Bawang.

Sejumlah negara juga telah mengirimkan bantuan guna mencari kapal yang telah dioperasikan TNI AL sejak 1981 itu.

“Amerika Poseidon sudah klir, kemudian Australia sudah approve. Sudah klir semua sudah approve, perjalanan semua sudah ada. Jadi untuk yang dari negara luar sudah kita selesaikan sambil berjalan dan sudah di-approve semuanya,” kata dia.


Riad juga mengatakan sebanyak lima anggota Tim Angkatan Bersenjata Singapura kini sudah dipusatkan untuk membantu pencarian melalui KRI dr.Soeharso.

“Dari tim Angkatan Bersenjata Singapura berupa lima personel sudah on board di KRI Soeharso,” kata Riad.

Selain Singapura, Australia juga mengirim tim untuk membantu penyelamatan kapal selam ini dengan mengerahkan helikopter dan RHIB.

“Dari kepolisian juga ROV-nya sudah dikerahkan semua termasuk dari KRI Rigel,” kata dia.


Tak luput kata Riad, tim poseidon milik Amerika Serikat juga telah tiba di lokasi pencarian.

“Nanti akan sebagai operator ataupun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti, timnya sudah datang di sini tadi untuk berkoordinasi,” jelasnya.

Riad juga menjelaskan dalam upaya pencarian ini semua kapal bantuan yang datang serta awak yang disiagakan telah diatur per gugus. Sehingga tak akan terjadi bentrokan di lokasi pencarian.

“Jadi sementara memang sampai dengan saat ini memang belum bisa ditemukan secara pasti tetapi beberapa titik ini, mudah-mudahan dengan beberapa peralatan yang ada bisa segera ditemukan atau dijejaki bahwa itu adalah posisi dari KRI Nanggala 402,” kata dia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Julius Widjono mengakui masih perlu waktu untuk menemukan kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) lalu.

“Kesulitan teknis belum ada. Tapi untuk menemukannya masih butuh waktu,” kata Julius.

(tst/gil)

[Gambas:Video CNN]



Source link