Rencana Kenaikan Pajak Joe Biden Tekan Harga Bitcoin Cs.

Jakarta, CNN Indonesia —

Harga bitcoin dan mata uang kripto lainnya terpantau merosot pada perdagangan Jumat (23/4) ini. Jatuhnya harga mata uang kripto tersebut dipicu rencana kenaikan pajak di Amerika Serikat yang akan diterapkan Presiden AS Joe Biden.

Biden berencana menaikkan pajak keuntungan investasi (capital gain) menjadi 39,6 persen bagi orang kaya AS, atau mereka yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta. Imbas rencana itu, pasar khawatir kenaikan pajak itu bakal mengekang pasar mata uang digital.

Tercatat, harga bitcoin merosot 5 persen menjadi US$48.887. Ini merupakan level di bawah US$50 ribu untuk pertama kalinya sejak awal Maret lalu.

Sementara itu, pesaingnya Ethereum dan XRP atau Ripple turun sekitar 7 persen.

Dalam sepekan, bitcoin tercatat mengalami kerugian sebesar 15 persen, meskipun masih naik 65 persen sejak awal tahun. Sedangkan, Ethereum turun lebih dari 10 persen dalam sepekan.

“Bitcoin turun pada hari ini setelah Presiden Biden mengisyaratkan bahwa dia ingin menaikkan pajak capital gain di AS,” kata , Analis Pasar Senior Asia Pasifik di OANDA Jeffrey Halley dikutip dari Reuters.

Media sosial pun ramai oleh keluhan investor yang kehilangan keuntungannya. Namun, beberapa pedagang kripto dan analis meyakini penurunan itu cenderung bersifat sementara.

“Saya tidak berpikir rencana pajak Presiden Biden akan berdampak besar pada bitcoin,” kata CEO di platform perdagangan kripto Crypto Hopper Ruud Feltkamp.

[Gambas:Video CNN]

Senada, Direktur Eksekutif di Crypto Hedge Fund ARK36 Ulrik Lykke memperkirakan harga bitcoin masih dalam tren menguat alias bullish. Kecuali, kata dia, harganya turun di bawah US$40 ribu.

“Saat ini, kami tidak yakin bahwa tren akan berbalik menjadi pasar yang bearish (melemah), tetapi kami mengakui mungkin perlu beberapa saat sebelum permintaan mengambil alih pasokan lagi dalam jangka menengah hingga pendek,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut mempengaruhi saham Coinbase yang tercatat di Nasdaq. Saham Coinbase turun 4 persen menjadi US$282 yang merupakan level terendah sejak pencatatannya awal bulan ini.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO Indodax Oscar Darmawan. Ia mengatakan harga bitcoin dan kawan kawan masih memiliki banyak sentimen positif.

Salah satunya permintaan yang kian masif. Dengan kondisi itu penurunan harga yang terjadi sekarang ini katanya bukan merupakan hal yang mengkhawatirkan. 

Ke depan, harga mereka ia ramal masih akan naik.

“(Tapi) saya tidak bisa memastikan kapan. Tidak ada juga yang bisa memastikan penurunannya lama atau sebentar,” katanya.

(ulf/agt)




Source link