PDIP Minta Pemprov DKI Segera Lacak Kontak WN India Masuk RI


Jakarta, CNN Indonesia —

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta aktif merespons masuknya 135 orang Warga Negara India saat pandemi Covid-19. Pasalnya, Jakarta merupakan salah satu pintu kedatangan Indonesia dari luar negeri.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, Indonesia, khususnya Jakarta tak boleh kebobolan varian virus corona dari India. Oleh sebab itu, ia meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk menggalakkan contact tracing atau pelacakan kontak terhadap ratusan WN India tersebut.


“Semua yang terbang dari India harus dikarantina untuk mencegah wabah, dan dilakukan tracing yang benar. Galakkan lagi 3M, dengan pengawasan ketat,” kata Gilbert saat dihubungi, Jumat (23/4).

Menurut Gilbert, jangan sampai varian corona dari India menyebar di Indonesia. Apalagi, jika melihat kondisi pandemi India saat ini cukup mengerikan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menilai dampak akibat kebobolan varian corona baru dari India tersebut akan sangat merugikan Jakarta.

“Kalau kita kebobolan, sangat sulit untuk bangkit. RS dan ICU, pemakaman, ekonomi dan lain-lain. Sebaiknya ditempuh cara yang diambil Taiwan, Vietnam yang berhasil mencegah Covid di negaranya yaitu menghentikan penerbangan dari negara asal wabah,” jelas Gilbert.

“Indonesia harus tegas menutup penerbangan dari dan ke India, termasuk paspor India untuk sementara waktu,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, bagi 135 WN India yang sudah telanjur tiba di Indonesia, menurut dia perlu dilakukan karantina secara ketat, setidaknya paling sebentar selama 21 hari.

Sebelumnya, sejumlah WN India dikabarkan masuk ke Indonesia. Hal tersebut terjadi di tengah lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan membenarkan ada 135 orang WN India yang masuk ke Indonesia. WN India itu datang lewat Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (21/4) malam.

“Mereka punya KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan naik pesawat carter,” tutur Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Benget Saragih lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/4).

Satgas Udara Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak panik sebab seluruh petugas dipastikan bakal melakukan pengawasan ketat dan menjalankan prosedur pencegahan Covid-19 terhadap 135 WN India.


Infografis Klaster Besar Covid-19 Jakarta pada 2020. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(dmi/nma)

[Gambas:Video CNN]




Source link