Menkes Klaim Lebih Agresif dari India Deteksi Mutasi Corona

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim pemerintah Indonesia saat ini lebih agresif melakukan tes genome squencing dibandingkan India. Tes ini untuk mendeteksi varian baru virus corona.

Budi menilai karena upaya itu, Indonesia saat ini lebih beruntung karena tidak dihantam lonjakan kasus varian baru Covid-19. Sejak Januari, Budi mengatakan pihaknya telah melakukan sekitar seribu tes genome squencing untuk mendeteksi varian baru corona di Indonesia.

“Indonesia sudah lebih agresif melakukan tes yang namanya genome squencing, untuk sampel virus yang dites,” ujar Budi dalam jumpa pers daring, Jumat (23/4).


Whole Genome Squencing (WGS) saat ini dianggap menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi penyebaran mutasi baru Covid-19. Secara teknis, WGS adalah proses untuk menentukan urutan DNA lengkap dari suatu genom organisme pada satu waktu.

Menurut Budi, sejumlah negara saat ini tengah menghadapi tiga mutasi baru Covid-19 yang paling berbahaya di antara sejumlah mutasi yang telah ditemukan. Tiga mutasi itu masing-masing B117 dari London, B1351 dari Afrika Selatan, dan P.1 dari India.

Dari tiga mutasi itu, satu di antaranya telah terdeteksi di Indonesia, yakni B117 dari London. Kasus tersebut ditemukan pada Januari dari seorang pekerja migran yang baru kembali dari Arab Saudi.

“Ini yang benar bahaya dan menyebarnya cepat sekali. Satu sudah teridentifikasi masuk ke Indonesia sejak Januari, mutasi yang dari London,” katanya.

Kendati demikian, Budi menyebut bahwa penyebaran mutasi baru Covid-19 itu saat ini masih terkendali. Budi mengatakan pihaknya masih terus berupaya memastikan tak ada lagi varian baru Covid-19 masuk ke Indonesia.

Ia mengaku khawatir sebab saat ini Indonesia masih kedatangan warga yang baru kembali dari luar negeri. Menurut dia, mereka menjadi kelompok warga paling berpotensi membawa virus tersebut ke Indonesia.

Oleh sebab itu, Budi mengimbau agar warga yang baru tiba dari luar negeri, terutama dari India, agar lebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, termasuk menjalani dua kali tes PCR.

“Cuma WNI ini tolong mengerti kalau Bapak Ibu pernah mengunjungi India dalam 14 hari terakhir, Bapak harus melakukan karantina 14 hari,” katanya.

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]




Source link