Kemenkes Tes Genome 12 WN India, Cek Mutasi Corona Baru

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan tes whole genome squencing (WGS) kepada 12 warga negara India yang dinyatakan positif virus corona (Covid-19) usai memasuki Indonesia pada Rabu (21/4).

Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Benget Saragih mengatakan tes dilakukan guna memastikan para WN India tidak membawa mutasi baru virus corona.

“Nah itu sedang di-genome, kita lagi cari. Enggak cepat, varian baru itu bisa 1-2 minggu,” kata Benget lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/4).


Saat ini, 12 orang yang positif tengah menjalani isolasi mandiri di sejumlah lokasi pusat karantina di DKI Jakarta. Benget memastikan tak ada gejala berat yang dialami oleh mereka. Hanya saja, katanya, kondisi mereka masih cukup rentan menulari kelompok komorbid.

“Ini yang berbahaya ketika bertemu dengan komorbid. Ini yang ditakutkan, kalau dia mau menginfeksi orang yang tua, rentan,” kata Benget.

Benget belum bisa memastikan lokasi dan tempat 12 dari 127 warga India terinfeksi Covid-19. Namun, dia menduga mereka terinfeksi usai menjalani pemeriksan swab di negara asal mereka sebagai syarat perjalanan ke Indonesia.

Terpisah, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai tes whole genome squencing memang perlu dilakukan.

Bahkan 135 orang yang datang dari India pun patut dites serupa. Tidak hanya 12 orang yang sejauh ini sudah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

“Pastikan mereka sudah genome squencing. Kedua dilihat lagi ada yang positif nggak setelah menjalani masa karantina. Nah itu yang harus dicari tahu. Dia positif dengan strain yang mana,” ujar Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/4).

Selain penumpang, kata Dicky, pemeriksaan juga perlu dilakukan kepada seluruh awak pesawat. Sebab, menurut Dicky, pemerintah akan menghadapi masalah serius jika mereka diketahui membawa strain baru corona.

Dia menilai pemerintah telah melakukan blunder dengan memberi izin warga negara India memasuki Indonesia di tengah ‘tsunami Covid-19’ gelombang kedua yang menghantam negara Asia Selatan tersebut.

“Ini blunder dan berbahaya. Jadi sekali lagi dalam situasi, pandemi ini aspek kesehatan dan keamanan harus menjadi prioritas. Ekonomi yg lain harus mundur dulu,” kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sudah menerbitkan larangan WN India atau warga negara asing dari India datang ke tanah air. Akan tetapi, larangan baru berlaku mulai 25 April.

Jika mengacu pada putusan tersebut, maka WNA, termasuk WN India masih memungkinkan masuk ke Indonesia sebelum tanggal 25 April besok dengan mengikuti protokol kesehatan.

Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi mengatakan, syarat dan ketentuan WNA bisa datang ke Indonesia dijelaskan dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

“Seperti yang diatur diatur di Surat Edaran (SE) Nomor 08, intinya harus memenuhi persyaratan dan diawasi ketat oleh Kemenkes,” ucap Holik kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/4).

Dalam SE tersebut dikatakan, pertama, WNA harus mematuhi ketentuan protokol kesehatan.

Kedua, WNA harus menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.

Ketiga, bagi pelaku perjalanan internasional diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 5 x 24 jam.

Setelah karantina, WNA harus dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR. Jika hasilnua negatif, maka WNA diperkenankan melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

(thr/yla/bmw)

[Gambas:Video CNN]




Source link