Kapal Tiongkok Mengancam di Laut Cina Selatan, Filipina Protes Keras – FAJAR


FAJAR.CO.ID, FILIPINA — Filipina telah mengirimkan dua nota diplomatik baru ke Tiongkok yang berisi protes atas tidak ditariknya apa yang disebut Filipina sebagai kapal-kapal yang mengancam di wilayah yang disengketakan di Laut Cina Selatan (LCS).

Dalam beberapa pekan terakhir, Filipina telah meningkatkan penolakannya atas kehadiran ratusan kapal Tiongkok di zona ekonomi eksklusif (ZEE) sepanjang 200 mil. Insiden itu telah menguji hubungan antara dua negara yang telah berusaha untuk memulihkan perpecahan bersejarah di antara mereka.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan para pejabat maritim telah mengamati kehadiran dan aktivitas tidak sah yang terus berlanjut. Seperti diketahui, sekitar 160 kapal penangkap ikan dan milisi Tiongkok berada di sekitar pulau-pulau Spratly yang disengketakan pada 20 April. Lima kapal penjaga pantai Tiongkok juga terlihat di sekitar area tersebut.

“Keberadaan kapal-kapal Tiongkok yang terus mengerumuni dan mengancam menciptakan suasana ketidakstabilan dan secara terang-terangan mengabaikan komitmen Tiongkok untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata pihak Kemlu Filipina, Jumat (23/4).

Protes itu disampaikan ketika Filipina mengumumkan peningkatan kehadiran kapalnya di ZEE-nya. Di bawah hukum internasional, kapal asing diizinkan untuk melakukan lintas damai melalui ZEE suatu negara.

Di sisi lain, diplomat Tiongkok membantah bahwa milisi berada di atas kapal-kapal tersebut. Kedutaan Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang protes baru yang dilayangkan Filipina.



Source link