Kabar Terbaru Kasus Penjualan Pulau di Sulsel, Berkasnya Kini di Tangan Jaksa – FAJAR


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus penjualan Pulau Lantigiang, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah berpindah tangan. Kali ini ditangani oleh pihak Kejaksaan.

Penjualan pulau tak berpenghuni ini telah dilimpahkan ke kejaksaan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap Kepala Desa Jinato, Abdullah dan penjual pulau bernama Kasman yang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

“Penyidikan telah merampungkan berkas perkara atas nama tersangka bernama Kasman. Adapun untuk Kades bernama Abdullah, Asdianti sebagai pembeli pulau saat ini masih berlangsung,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat (23/4/2021).

“Artinya saudara Abdullah sudah dikirimkan ke kejaksaan. Jadi tinggal menunggu hasil pemeriksaan Jaksa,” sambungnya dalam keterangan resmi di channel YouTube Kombes E. Zulpan, yang dilihat hari ini.

Diketahui, pulau tak berpenghuni yang masuk kawasan Takabonerate ini merupakan milik Pemerintah Kabupaten Selayar. Pulau berpasir putih itu dijual oleh Kasman kepada Asdianti seharga Rp900 juta, dengan persetujuan Abdullah sebagai aparat desa.

Asdianti disebut sebagai warga Selayar dan berlatar belakang pengusaha. Sementara suaminya merupakan warga asing berkebangsaan Jerman.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Hambali Thalib menilai praktek jual beli aset negara jelas telah melanggar perundang-undangan. Sehingga pelaku, baik penjual maupun pembeli harus diproses hukum.

“Pulau itu aset negara, tidak ada kepemilikan pribadi atau swasta sehingga siapapun yang memperjual belikan dianggap telah melanggar hukum,” kata Prof Hambali kepada fajar.co.id.



Source link