Ekonom Sebut Industri Perunggasan Bisa Serap 18.835 Tenaker

Jakarta, CNN Indonesia —

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan industri perunggasan memiliki peran penting dalam perekonomian, salah satunya dalam penciptaan lapangan kerja.

INDEF mencatat dari total 401 perusahaan unggas yang terdata Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, tenaga kerja yang terserap mencapai 18.835 orang.

“Sektor perunggasan ini memberikan lapangan kerja, dan jumlah pelaku usahanya di luar peternak mandiri mencapai 401 perusahaan,” ujarnya dalam webinar ‘Menakar Solusi Industri Perunggasan’, Kamis (22/6).

Berdasarkan data BPS, kontribusi sektor peternakan terhadap PDB mencapai 1,76 persen. Dari jumlah tersebut, 62 persen di antaranya berasal dari industri perunggasan dan hasil turunannya.

Sehingga Enny menilai dengan kontribusi tersebut, fungsi industri perunggasan sebagai katalisator ekonomi perlu dioptimalkan.

Sayangnya, masih banyak masalah yang belum terselesaikan dalam industri perunggasan Indonesia. Seperti penyediaan Day Old Chicken (DOC) yang belum sesuai kebutuhan, ketergantungan bahan pakan impor, persaingan antar perusahaan yang dinamis, hingga instabilitas harga produk unggas.

Sehingga, INDEF memberikan beberapa rekomendasi kebijakan yang dapat ditempuh pemerintah untuk memperbaiki masalah tersebut. Salah satunya, dalam hal produksi DOC.

Enny menuturkan, INDEF merekomendasikan agar penyediaan DOC berkualitas dilakukan berdasarkan keseimbangan permintaan akhir. Caranya dengan mengatur impor GPS dengan pertimbangan jumlah investasi, banyaknya mitra peternak rakyat, jumlah ekspor, kepatuhan terhadap program pemerintah, dan fasilitas kandang.

Kemudian, pemerintah dapat melakukan perbaikan keputusan chick in dan chick out dari perusahaan penghasil DOC ke peternak yang diikuti dengan penegakan aturan dan sanksi tegas terhadap pelaksanaan cutting HE.

Selanjutnya melakukan perbaikan perizinan dan spesifikasi kandang sesuai dengan standar yang ditentukan dan meningkatkan kemampuan dan manajemen produksi di tingkat kandang. Terakhir, menginventarisir semua peternakan rakyat berikut kapasitas kandang sekaligus memperbaiki waktu pelaksanaan periode siklus produksi ternak.

[Gambas:Video CNN]

(hrf/age)




Source link