30 Persen Biaya Jembatan Batam-Bintan Dibantu Pemerintah

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan Jembatan Batam-Bintan sepanjang 7 km tak bisa sepenuhnya mengandalkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Kementerian PUPR Yudha Handita Pandjiriawan menuturkan nantinya 30 persen biaya konstruksi jembatan tersebut akan dibantu oleh pemerintah.

“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4).

Menurut Yudha, Jembatan Batam-Bintan termasuk jembatan khusus. Itu nantinya terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Nantinya porsi pembiayaan pemerintah berada di jembatan penghubung Batam-Tanjung Sauh.

Sedangkan  untuk Jembatan Tanjung Sauh-Bintan akan dibangun oleh investor melalui proses lelang.

“Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2 ribu meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5 ribu meter, jadi total panjangnya sekitar 7 ribu meter,” terang Yudha.

Desain awal pembangunan jembatan ini sejatinya sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005 dan diperbarui pada 2010. Namun, karena ke depan berbentuk jembatan tol, terdapat perubahan.

Nantinya, lebar jembatan yang sebelumnya dirancang 28 meter akan ditambah menjadi 33 meter.

[Gambas:Video CNN]

“Untuk jembatan Tanjung Sauh ke Bintan yang KBPU, nanti desain yang ada menjadi basic design untuk diupdate oleh investor menjadi DED (detail engineering design), sehingga untuk ditindaklanjuti apa yang kurang difinalisasi,” imbuhnya.

Sementara jembatan Batam-Tanjung Sauh yang menjadi tugas pemerintah, akan diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan. “Sehingga saat proses KPBU selesai, DED-nya juga selesai,” tuturnya.

Yudha mengatakan untuk progres saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU dan diharapkan segera mulai konstruksi.

Jembatan Batam-Bintan akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan, sehingga juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau.

Jembatan itu diharapkan bisa  mengurangi waktu tempuh dan juga biaya transportasi orang dan barang.

“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi concern kami, maka targetnya sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” pungkas Yudha.

(hrf/agt)




Source link